Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Oktober 2010

Dialog antara Bayi dan Tuhan

Cerpen ini juga kiriman dari temen aku di Facebook. Selamat membaca n mudah-mudahan terhibur.

Suatu pagi seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia. Dia bertanya kepada Tuhan.



Bayi    : "Para malaikat di sini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia, 
            tetapi bagaimana cara saya hidup di sana? saya begitu kecil & lemah."

Tuhan : "Aku sudah memilih 1 malaikat untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu."

Bayi    : "Tapi di sini di dalam surga apa yang pernah kulakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa.
             Ini sudah cukup bagi saya."

Tuhan : "Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari dan kamu akan merasakan kehangantan 
             cintanya dan menjadi lebih berbahagia."

Bayi    : "Dan bagaimana saya bisa mengerti saat orang-orang berbicara kepadaku jika saya tidak mengerti bahasa 
             mereka?"

Tuhan : "Malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa paling indah yang pernah engkau dengar dan 
             dengan penuh kesabaran dan perhatian dia akan mengajarkanmu bagaimana cara berbicara."

Bayi     : "Apa yang akan saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadamu?"

Tuhan  : "Malaikatmu akan mengajarkanmu bagaimana cara berdoa."

Bayi     : "Saya dengar bahwa di bumi banyak orang yang jahat, siapakah nanti yang akan melindungi saya?"

Tuhan  : "Malaikatmu akan melindungimu walaupun hal itu akan mengancam jiwanya."

Bayi     : "Tapi saya pasti akan sedih karena tidak melihatMu lagi."

Tuhan  : "Malaikatmu akan menceritakan padamu tentang-Ku dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa 
             kembali kepada-Ku, walaupun sesungguhnya Aku akan selalu berada di sisimu."

Saat itu surga begitu tenangnya sehingga suara dari Bumi dapat terdengar dan sang bayi pun bertanya perlahan, 
"Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bisakah Engkau memberitahuku nama malaikat tersebut?"
Tuhan menjawab :  "Kamu akan memanggil malaikatmu, Ibu."

My Opinion : Ya, ibu adalah malaikat yang diciptakan Tuhan untuk selalu menjaga dan melindungi kita juga mencintai dan menyayangi kita dengan sepenuh hatinya. Sungguh kasih sayang seorang ibu tak terhingga sepanjang masa. 
Jadi inget Mama. I miss U n I Love You Mom. You'll always in my heart.
Ma'af karena aku belum bisa membahagiakanmu.(*curcol*)



Note : To Temen-temen yang mo ngirim cerpen buat di posting di blog aku silahkan kirim via email ke 
          y42h_widuri@yahoo.co.id atau ke t32h_4y0n@yahoo.com

Source : Refi

Kamis, 21 Oktober 2010

Burung Gagak

Annyeong haseyo...
Ada lagi nih kiriman cerpen dari temen di Facebook. Semoga temen-temen blogger suka.


Pada suatu sore seorang ayah bersama anaknya yang beru saja menamatkan pendidikan tinggi duduk berbincang – bincang di halaman sambil memperhatikan suasana di sekitar mereka. Tiba – tiba seekor burung gagak hinggap di ranting pohon.
Si ayah lalu menunjuk ke arah gagak dan bertanya, “ Nak, apakah benda tersebut ? ” 
“ Burung gagak ”, jawab si anak.

Si ayah meangguk – angguk, namun beberapa saat kemudian mengulangi lagi pertanyaan yang sama.
Si anak menyangka ayahnya kurang mendengar jawabannya tadi, lalu menjawab dengan sedikit keras, “ itu burung gagak ayah !”

Tetapi sejenak kemudian si ayah bertanya lagi dengan pertanyaan yang sama. Si anak merasa agak marah dengan pertanyaan yang sama dan di ulang – ulang, lalu menjawab dengan lebih keras “ burung gagak !!”

Si ayah terdiam seketika. Namun tidak lama kemudian sekali lagi mengajukan pertanyaan yang sama sehingga membuat si anak kehilangan kesabaran dan menjawab dengan nada yang ogah – ogahan , “ gagak ayah …… “.

Tetapi kembali mengejutkan si anak, beberapa saat kemudian si ayah sekali lagi membuka mulut hanya untuk menayakan hal yang sama. Dan kali ini si anak benar-benar kehilangan kesabaran dan menjadi marah. 

“ Ayah !!! saya tidak mengerti atau tidak. Tapi sudah lima kali ayah menanyakan pertanyaan tersebut dan saya pun sudah memberikan jawabannya. Apakah yang ayah ingin saya katakan ??? itu burung gagak, burung gagak ayah …… ”, kata si anak dengan nada yang begitu marah.

Si ayah kemudian bangkit menuju kedalam rumah meninggalkan si anak yang terheran-heran pinga. Sebentar kemudian, si ayah keluar lagi dengan membawa sesuatu di tangannya. Di mengulurkan benda itu kepada anaknya yang masih marah. Ternyata benda tersebut adalah sebuah DIARI LAMA.

“ Coba kau baca apa yang pernah ayah tulis di dalam diari itu ”, pinta si ayah. Lalu si anak membaca,,,

“Hari ini aku di halaman bersama anakku yang genap berumur lima tahun. Tiba-tiba seekor gagak hinggap di pohon. Anakku terus menunjuk kearah gagak dan bertanya, “ ayah, apa itu ? “. Dan aku menjawab, “ burung gagak ”. Walau bagaimana pun, anakku terus bertanya pertanyaan yang sama dan setiap kali aku menjawab dengan jawaban yang sama. Sampai 25 kali anakku bertanya demikian, dan demi rasa cinta dan kasih sayang aku terus menjawab untuk memenuhi perasaan ingin tahunya. Aku berharap bahwa hal tersebut menjadi suatu pendidikan yang berharga.”

Setelah selesai membaca bagian tersebut si anak mengangkat muka memandang wajah si ayah yang kelihatan sayu. Si ayah dengan perlahan bersuara, “Hari ini ayah baru menanyakan kepadamu pertanyaan yang sama sebanyak 5 kali, dan kau telah kehilangan kesabaran dan marah.”
Si anak pun berkata : "Ma'afkan aku ayah."




Note : To Refi, Makasih kiriman cerpennya. Ditunggu kiriman selanjutnya.^_^


To : Temen-temen yang mo cerpennya di posting di blog aku silahkan kirim via email ke y42h_widuri@yahoo.co.id atau ke t32h_4y0n@yahoo.com


Source : Refi
Source Gambar : irwan-arbi.blogspot.com